Keterangan Foto : M.Syawali Pratama, S.E.,M.M. Ketua Umum DPP ASPRUMNAS (Asosiasi Pengembang dan Pemasaran Rumah Nasional) (kiri).



 MAJALAH CEO - Jakarta - M.Syawali Pratama,S.E.,M.M. Ketua Umum DPP ASPRUMNAS (Asosiasi Pengembang dan Pemasaran Rumah Nasional) Gaungkan Rumah Rakyat dan Persatuan Nasional, Optimistis Indonesia Jadi Negara Makmur di Era Prabowo.


M.Syawali Pratama,S.E.,M.M. Ketua Umum DPP ASPRUMNAS  Menegaskan komitmennya untuk mendorong pembangunan rumah rakyat terjangkau di seluruh pelosok Indonesia, sekaligus memperkuat persatuan nasional lintas suku dan daerah.


Menurutnya, Bapak Menteri PKP Maruarar Sirait. Sudah Melakukan hal terbaik secara Sistemik untuk  mencapai target 3 juta rumah Program Asta Cita pak Presiden Prabowo.


Ditambahkannya, Indonesia sebagai bangsa besar harus bersatu di bawah semangat Merah Putih untuk membangun negeri secara bersama-sama.


“Kita ini satu, Merah Putih. Apa yang ada di tanah air kita harus kita gali bersama untuk kemakmuran rakyat,” ujar M.Syawali Pratama,S.E.,M.M. kepada awak media di Jakarta, Selasa,31/3/2026.


Ia mengungkapkan, bahwa  rencana investasi di sejumlah daerah strategis, mulai dari Kertajati, Bone, Lampung hingga Sumatera Utara, sebagai bagian dari upaya mendorong pemerataan pembangunan.


“Kita ingin berinvestasi di Kertajati, Bone, Lampung, lalu ke Sumatera Utara. Ini bagian dari komitmen membangun Indonesia secara menyeluruh,” katanya.


M. Syawali juga mengajak generasi muda untuk memiliki rasa memiliki terhadap bangsa dan menyadari potensi besar Indonesia sebagai negara kaya sumber daya.


“Kita harus punya sense of belonging, bahwa Indonesia ini yang terbaik. Kita harus bersyukur karena negara kita kaya,” ujarnya.


Namun demikian, ia mengaku prihatin terhadap kondisi sosial yang masih terjadi di masyarakat. Ia mencontohkan pengalamannya melihat seorang ibu yang sudah bekerja sebagai pemulung sejak dini hari.


“Saya sedih melihat jam 4 pagi ada ibu-ibu memulung. Ini harus kita angkat. Negara kita kaya, seharusnya kalau dikelola dengan baik, rakyat bisa hidup lebih layak,” ungkapnya.


Ia bahkan menyinggung potensi Indonesia untuk mencapai kesejahteraan seperti negara lain apabila pengelolaan sumber daya dilakukan secara optimal.


“Kalau dikelola dengan baik, bukan tidak mungkin kita bisa seperti negara lain, di mana masyarakatnya sejahtera,” tambahnya.

M.Syawali juga menyampaikan optimismenya terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dalam membawa Indonesia menuju kemakmuran.


“Mudah-mudahan di bawah kepemimpinan Pak Prabowo, Indonesia bisa menjadi negara makmur. Ini momentum kebangkitan kita,” katanya.


Ia turut mengapresiasi sejumlah kepala daerah dan pejabat yang dinilai memiliki komitmen membangun bangsa, termasuk Gubernur Lampung.


Lebih lanjut, M.Syawali menargetkan Indonesia dapat masuk dalam jajaran negara kaya dunia pada 2045, seiring dengan momentum Indonesia Emas.


“Kalau dikelola dengan benar, tahun 2045 kita bisa menjadi negara kaya ke-4 atau ke-5 di dunia,” tegasnya.


Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengajak insan media untuk berperan aktif dalam membangun optimisme publik melalui pemberitaan yang konstruktif.


“Saya harap teman-teman media membuat narasi positif untuk membangun bangsa. Ini bagian dari kontribusi kita bersama,” ujarnya.


Ia juga berharap ke depan Indonesia mampu menghadirkan pendidikan dan layanan kesehatan yang lebih terjangkau bagi seluruh masyarakat.


Sementara itu, Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menekankan pentingnya persatuan nasional sebagai fondasi utama dalam mencapai kemajuan.


“Persatuan semua suku dari Sabang sampai Merauke adalah kunci menuju Indonesia maju dan sejahtera,” katanya.


Ia berharap pembangunan dapat dirasakan merata di seluruh wilayah, mulai dari provinsi, kabupaten/kota hingga desa.


“Mari kita sematkan Merah Putih di hati kita. Persatuan dan kesatuan adalah kekuatan utama bangsa ini,” tandasnya.(Red)

[31/3 21.38] 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kuasa Hukum Korban, Amos Cadu Hina,SH,MH : Kepada Para Terlapor Dikenakan Pasal 170 KUHP dan Pasal 368 KUHP

Skandal Pemalsuan Dokumen di PIK: Ketum BKN Apresiasi Kinerja Polda Banten